Stroke Hemoragik Mematikan ?

Stroke hemoragik disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak. Hal ini terjadi dikarenakan tekanan darah yang tinggi dan tidak terkontrol sehingga menekan pembuluh darah. Pembuluh darah yang pecah mengenai dan merusak selsel otak di sekitarnya.
Gejala awal stroke hemoragik biasanya tidak diketahui oleh penderitanya. Stroke datang secara tiba-tiba dan sangat cepat sehingga penderita langsung tidak sadarkan diri. Berikut beberapa gejala awal stroke:

Baca juga : 6 JAM PERTAMA PERTOLONGAN PADA STROKE

  1. Nyeri kepala disertai penuruna kesadaran/koma
  2. Kelemahan atau kelumpuhan pada lengan, tungkai atau salah satu sisi tubuh.
  3. Lemas pada seluruh badan secara mendadak.
  4. Penglihatan kabur.
  5. Gangguan keseimbangan seperti vertigo dan sempoyongan.
  6. Rasa baal pada wajah atau salah satu sisi anggota badan.
  7. Kehilangan sebagian atau seluruh kemampuan bicara (bicara pelo).
  8. Gangguan daya ingat.
  9. Gangguan menelan cairan atau makanan.
    Faktor-faktor penyebab stroke dapat dibagi 2 yaitu faktor yang tidak dapat diubah dan faktor yang dapa diubah. Faktor yang tidak dapat diubah antara lain:
  10. Keturunan
    Anggota keluarga yang memiliki riwayat stroke harus mewaspadai faktor-faktor erjadinya stroke seperti hipertensi dan hiperkolestrol.
  11. Jenis kelamin
    Menurut studi kasus ditemukan laki-laki lebih beresiko 3 kali lipat dibanding wanita.
  12. Usia
    Mayoritas stroke menyerang diusia 50 tahun keatas. Namun dengan gaya hidup zaman sekarang, stroke dapat menyerang usia muda.
  13. Ras
    Ras kulit hitam lebih beresiko terkena stroke disbanding ras kulit putih. Hal ini diduga dari angka kejadian hipertensi dan konsumsi darah yang tertinggi.
    Faktor yang dapat diubah, yaitu:
  14. Hipertensi
    Hiperensi dapat menyebabkan stroke. Bila tekanan darah tidak terkontrol dan tinggi, pembuluh darah diotak akan tersumbat dan pecah sehingga penderita sering kali tidak sadarkan diri secara mendadak.
  15. Penyakit jantung
    Penyakit jantung koroner, jantung rematik dan orang yang memasang katup jantung buatan akan meningkatkan resiko stroke.
  16. Diabetes mellitus
    Penyakit diabetes dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan mempercepat tejadinya arteriosklerosis pada arteri kecl termasuk pembuluh darah di otak. Resiko terkena stroke 2,6 kali ebih besar pada laki-laki dan 3,8 kali lebih besar pada wanita dibandingkan dengan orang yang tidak terkena diabetes.
  17. Obesitas (Kegemukan)
    Obesitas dan stroke belum diketahui lebih pasti. Namun orang yang mengalami obesitas cenderung mengalami hipetensi, hiperkolestrol dan diabetes mellitus.
  18. Hiperkolestrol
    Kolestrol meruka zat yang paling berperan dalam terbentuknya arterosklerosis pada lapisan dalam pembuluh darah dan menyebabka terjadinya penyumbata pembuluh darah terutama pembuluh darah di otak. Jka penyumbatan telah menutupi seuruh rongga pembuluh darah, maka aliran darah pada jaringan di otak terheni dan tejadinya stroke.
  19. Faktor gaya hidup yang tidak sehat
    Gaya hidup yang tidak sehat seperti mengkonsumsi makanan yang tinggi kolestrol, kurang olahraga, merokok, stress, mengkonsumsi obat-obatan terlarang serta minum alcohol dapat meningkatkan resiko terkena stroke.

Baca juga : Perawatan Pasca Stroke yang Membuat Anda Semangat Sembuh

Cara mencegah stroke:

  1. Kontrol tekanan darah dengan rutin
    Tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyebab utama stroke. Dengan mengetahui tekanan darah tindakan cepat dapat segera dilakukan untuk menurunkn tekanan darah.
  2. Gaya hidup sehat
    Gaya hidup juga berpengaruh terjadinya stroke. Oleh karena itu mulailah gaya hidup sehat dengan berhenti merokok, berolahraga teratur, pola makan yang sehat dengan mengurangi junkfood, dll.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *