6 JAM PERTAMA PERTOLONGAN PADA STROKE

Gejala stroke dapat menyerang siapa saja. Ia tak pandang bulu, bahkan sekali pun penderitanya masih berusia muda. Lalu, ketika Anda dihadapkan dengan situasi darurat untuk memberikan pertolongan pertama terhadap kerabat atau kolega yang diduga menderita stroke, bagaimana caranya?

Sebelum membahas pertolongan pertama pada stroke. Mari kita ulas terlebih dahulu apa itu stroke. Stroke adalah kondisi saat tubuh seseorang mengalami penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak. Terjadi tiba-tiba, serangan ini membuat orang yang berada di sekitar penderita bingung tidak tahu harus berbuat apa. Padahal stroke adalah kondisi gawat darurat yang harus ditangani dengan cepat dan tepat.

Ada dua jenis stroke yang bisa terjadi, yakni stroke ringan dan stroke berat. Stroke ringan terjadi karena penyumbatan pembuluh darah di otak. Gejala utamanya adalah bicara cadel, bibir miring dan satu sisi bagian tubuh terasa lemas dan tak bisa digerakkan.

Sementara stroke berat terjadi karena adanya perdarahan akibat pecahnya pembuluh darah di otak. Stroke berat bisa mengakibatkan pengidapnya tak sadarkan diri, pingsan hingga meninggal dunia.

Baca juga : Fisioterapi Home Visit Jabodetabek – Caredise

Maka dari itu, bila stroke menyerang anggota keluarga atau seseorang yang berada di dekat anda, jangan panik, sebab kepanikan anda dapat membuat penderita semakin cemas. Ada dua hal yang harus Anda lakukan saat menghadapi hal tersebut, yang pertama adalah memastikan bahwa penderita memang benar terserang stroke, dan yang kedua adalah memberi pertolongan pertama pada penderita.

Menurut dr. Alvin Nursalim dari Klikdokter, stroke dapat dilihat dari sejumlah gejala dan tanda-tanda. Hal tersebut antara lain:

  • Kelemahan pada wajah, tangan atau kaki pada satu sisi tubuh
  • Kehilangan penglihatan, koordinasi tubuh, sensasi secara tiba-tiba
  • Sakit kepala tiba-tiba
  • Mual dan muntah
  • Kehilangan kesadaran

“Penanganan stroke yang dapat dilakukan tergantung dari jenis stroke yang menyerang. Pada jenis stroke perdarahan, upaya yang dapat dilakukan adalah menghentikan perdarahan yang terjadi, sedangkan pada stroke akibat penyumbatan pembuluh darah dapat dilakukan upaya untuk mencairkan bekuan darah yang terjadi,” jelas dr. Alvin.

Gambar terkait

Pertolongan Pertama yang Tepat

Dilansir dari Tempo.com, dr. Ibnu Benhadi, SpBS(K) memberikan metode untuk menanggulangi serangan stroke, yaitu FAST: Face (wajah), Arm (lengan), Speech (bicara), Time (waktu), yang diuraikan sebagai berikut ini:

1. Face
Cara memastikan tanda stroke pertama adalah pada wajah. Anda dapat meminta penderita untuk tersenyum, apakah simetris atau tidak. Sebab stroke biasanya mengakibatkan wajah turun sebelah atau mulut mencong.

2. Arm
Cara yang kedua adalah dengan meminta penderita mengangkat kedua lengan lurus ke depan, apakah ia dapat menahannya selama beberapa detik atau tidak. Apabila salah satu lengan tampak turun, kemungkinan itu benar gejala stroke, yaitu mengalami kelemahan pada tangan atau kaki di salah satu sisi tubuh.

3. Speech
Cara ketiga adalah dengan mengetes cara bicara penderita. Apabila terdengar pelo, terutama saat menyebutkan konsonan “R”, kemungkinan penderita benar terserang stroke.

4. Time
Yang patut disadari saat menanggulangi serangan stroke adalah betapa berharganya waktu. Bila salah satu dari ketiga tanda di atas terjadi, Anda harus segera membawa penderita ke UGD (Unit Gawat Darurat) rumah sakit terdekat. Jangan menunda meminta bantuan medis, sebab setiap detik amat berharga bagi penderita stroke.

5. Jangan Dipindahkan
Apabila kamu memindahkan pengidap dari tempat asal atau tempat semula, itu akan membuat kemungkinan pecahnya pembuluh darah halus dalam otak akan semakin cepat terjadi dan tentunya akan berisiko. Cukup bantu pengidap untuk mengambil posisi untuk duduk supaya tidak terjatuh lagi.

6. Posisikan Dengan Nyaman
Usahakan untuk menyandarkan pengidap senyaman mungkin. Supaya tubuh dan peredaran darah pengidap tidak mengalami gangguan. Tenangkan pengidap dan usahakan agar tetap dapat bernapas dengan lancar. Dengan posisi yang nyaman, kondisi pengidap tidak akan bertambah parah

Baca juga : 15 Latihan Fisioterapi Pasca Stroke yang Harus Anda Coba di Rumah

7. Beri Minum
Penanganan pertama stroke ringan berikutnya adalah dengan memberikan pengidap segelas air putih supaya dapat membantu pengidap stroke terhindar dari dehidrasi. Jika pengidap mengalami dehidrasi, peredaran darah menuju ke otak akan semakin tidak maksimal. Akibatnya pasokan oksigen menuju jaringan saraf otak juga tidak maksimal. Dengan demikian, tentunya kesehatan pengidap gejala stroke akan makin parah karena tidak dapat pulih dengan segera

Hindari menusukkan jarum ke jari tangan karena dokter menyebut tidak ada manfaatnya. Menusuk jarum ke jari tangan tidak bermanfaat bagi pasien, dan justru malah memperlambat pasien mendapat pertolongan pertama yang dibutuhkan.

Demikian pertolongan pertama yang dapat dilakukan kepada penderita stroke. Selebihnya, bawa pasien tersebut ke rumah sakit guna menjalani perawatan medis oleh ahlinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *