Waspada : 7 Jenis Luka Diabetes Meilitus dan Masalah Kaki yang sering terjadi

Masalah yang umum terjadi pada penderita diabetes adalah komplikasi luka diabetes melitus. Seringkali luka ini tak disadari bahkan terlambat disadari telah menjadi komplikasi gangrene luka diabetes ataupun infeksi yang dapat berujung pada amputasi. Penting sekali untuk mengenali dan memeriksa kondisi kaki ataupun bagian anggota gerak lainnya. Segera berkonsultasi bila menemukan masalah kaki dan luka diabetes meilitus apabila menemukan kondisi sebagai berikut.

Baca Juga : 5 Hal Penting dalam Perawatan Luka Diabetes

Kapalan, mata ikan dan melepuh

Kapalan (callus), mata ikan (corn atau kutilmulmul) merupakan penebalan atau pengerasan kulit yang juga terjadi pada kaki diabetes, akibat dari adanya kematian syaraf dan penurunan sirkulasi darah dan juga gesekan atau tekanan yang berulang-ulang pada daerah tertentu di kaki. Jika kejadian tersebut tidak diketahui dan diobati dengan tepat, maka akan menimbulkan luka pada jaringan di bawahnya, yang berlanjut menjadi infeksi serta luka diabetes melitus.

Baca Juga : Spa Kaki Diabetes : Cegah Amputasi Sejak Dini

Kejadian  kulit melepuh atau iritasi sering diakibatkan oleh pemakaian sepatu yang sempit, jika hal ini terjadi jangan mengobati sendiri. Kulit yang mengalami iritasi serigkali disertai dengan infeksi (ulkus) dan terkadang tidak dirasa akibat adanya gangguan persyarafan (neuropati), dan diketahui setelah keluarnya cairan atau nanah, yang merupakan tanda awal dari masalah.

Cantengan (kuku masuk ke dalam jaringan)

Cantengan merupakan kejadian luka diabetes melitus yang mengalami infeksi pada jaringan sekitar kuku yang sering disebabkan adanya pertumbuhan kuku yang salah. Keadaan ini disebabkan oleh perawatan kuku yang tidak tepat misalanya pemotongan kuku yang salah (seperti terlalu pendek atau miring), kebiasaan mencungkil kuku yang kotor. Seperti kita ketahui kuku juga merupakan sumber kuman, jadi bila ada luka mudah terinfeksi. Cantengan ditandai dengan sakit pada jaringan sekitar kuku, merah dan bengkak dan keluar cairan nanah, yang harus segera ditanggulangi segera.

Baca juga : Mencegah luka diabetes dengan mudah

Kulit kaki retak dan luka kena kutu air

Kerusakan syaraf dapat menyebabkan kulit sangat kering, bersisik, retak dan pecah-pecah, terutama pada sela-sela jari kaki. Kulit kaki yang pecah memudahkan berkembangnya infeksi jamur dikenal dengan kutu air, yang dapat berlanjut menjadi luka diabetes melitus ataupun ulkus.

Masalah luka diabetes melitus dan kaki

Kalus pada penderita diabetes melitus

Kutil pada telapak kaki

Kutil pada telapak kaki disebabkan oleh virus dan sangat sulit dibersihkan. Biasnaya terjadi pada telapak kaki hampir mirip dengan callus.

Radang ibu jari kaki (jari seperti martil)

Pemakaian sepatu yang terlalu sempit dapat menimbulkan luka pada jari-jari kaki, kemudian terjadi peradangan. Adanya kematian jaringan dan peradangan yang lain pada ibu jari kaki menyebabkan terjadinya perubahan bentuk ibu jari kaki seperti martil (hammer toe). Kejadian ini dapat juga disebabkan adanya kelainan bentuk yang dapat menimbulkan titik tekan abnormal pada kaki. Kadang – kadang pembedahan diperlukan untuk mencegah komplikasi ke tulang.

Infeksi pada luka

Infeksi merupakan masalah lanjut dimana mikroorganisme atau bakteri mengkontaminasi luka. Luka yang terinfeksi pada penderita diabetes dapat ditemukan gejala rembesan, bernanah, ataupun luka didominasi dengan warna kuning – kehijauan. Bila tidak ditangani segera, infeksi luka ini dapat menyebar ke seluruh tubuh dan berujung kematian.

Baca Juga : Luka Sulit Sembuh : Waspada Luka Infeksi

Luka gangren

Luka dalam kondisi ini sangatlah perlu di waspadai. Luka gangrene ditandai dengan kehitaman pada luka, kematian jaringan ataupun penurunan sirkulasi. Luka gangrene pada penderita diabetes dapat menjadi tumpukan dan sarang dari bakteri atau mikroorganisme lainnya. Perlu tindakan debridemen dan mengangkat jaringan mati tersebut. Baik melalui pembedahan, amputasi, ataupun dengan balutan modern.

Baca Juga : Perawatan Luka Lembab (Moist), Modern, dan Terkini

Pencegahan luka penderita diabetes

Pemeriksaa kaki sesering mungkin dapat menjadi awal untuk deteksi dini kondisi luka. Selain itu, penggunaan alas kaki setiap keluar rumah, penggunaan sepatu dengan ukuran yang sesuai, serta penting untuk mengkonsumsi obat luka diabetes agar gula anda terkontrol. Segera konsultasi pada perawat luka terdekat untuk pencegahan serta penanganan segera.

 

Top Artikel : 
Pesan Layanan Perawatan Luka di Rumah (Homecare)

Perawatan Luka Modern

Obat Luka Diabetes Alami : Aman dan Lekas Sembuh

Pusat Homecare Perawatan Luka Jakarta

5 thoughts on “Waspada : 7 Jenis Luka Diabetes Meilitus dan Masalah Kaki yang sering terjadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *