Apakah Luka Diabetes Bisa Sembuh? 60%-80% Bisa Sembuh

Pertanyaan mendasar saat mengalami luka diabetes yang tak kunjung sembuh adalah “Apakah luka diabetes bisa sembuh?”. Memang betul kekhawatiran ini terjadi mengingat durasi penyembuhan luka diabetes yang cukup lama ditambah besarnya resiko amputasi bila tidak ditangani dengan baik menjadi pemicu kecemasan. Berikut akan kami ulas selengkapnya.

Baca Juga : Perawatan Luka Diabetes Benar dan Aman Secara Medis

Persentase kesembuhan luka diabetes

Bila kembali merujuk pada pertanyaan utama Apakah luka diabetes bisa sembuh? Jawabannya bisa sembuh. Sebuah jurnal mengulas dimana kesembuhan pasien luka diabetes dapat mencapai 60%-80%. Sisanya 5%-24% harus diamputasi setelah 6-18 bulan di evaluasi . Begitupula dengan resiko amputasi, bila dinilai 85% amputasi bisa terjadi pada penderita diabetes meilitus

Berapa lama luka diabetes sembuh?

Luka akibat penurunan fungsi syaraf  yang terjadi tanpa disadari semisal tergores, terbentur benda tumpul ataupun benda tajam dapat sembuh rata-rata sekitar 20 minggu. Namun, luka yang terjadi akibat penyempitan pembuluh darah akan lebih lama proses penyembuhannya serta lebih sering harus diamputasi.

Baca Juga : Bagaimana cara mengobati luka diabetes agar cepat kering dan aman secara medis

Jangan Terkecoh dan Tertipu

Seperti yang dijelaskan bila muncul pertanyaan apakah luka diabetes bisa sembuh, jawabannya bisa. Kesembuhan luka diabetes memerlukan perhatian khusus, intensif serta tidak sembarangan. Jangan sampai anda terkecoh untuk memilih salep luka diabetes ataupun obat tabur herbal tanpa adanya rekomendasi paramedis. Hal inilah yang menjadi faktor yang akan memperburuk luka anda. Stop penggunaan salep luka diabetes, obat herbal luka diabetes ataupun obat luka diabetes sembarangan. Sayangi diri Anda.

Faktor yang mempengaruhi kesembuhan

Beberapa hal penting untuk diperhatikan selama anda melakukan perawatan luka diabetes untuk memacu luka agar lekas sembuh, diantaranya :

Pertama, mengenali kondisi luka. Anda harus mengenali kondisi luka secara umum yang terjadi saat ini. Apakah luka berada dalam penyembuhan normal/granulasi, infeksi ataupun nekrosis. Bila luka anda mayoritas berwarna dasar merah atau merah muda, jangan kaget. Luka anda berada dalam kondisi penyembuhan normal Sebaliknya, bila luka anda berwarna kuning ataupun kehitaman segeralah menghubungi perawat luka terdekat untuk perawatan intensif.

Baca Juga : Waspada : 7 Jenis Luka Diabetes Meilitus dan Masalah Kaki yang sering terjadi

Kedua, pengangkatan jaringan mati. Jaringan mati pada luka dapat berupa nanh, cairan, ataupun kematian jaringan. Hal ini harus segera diangkat, sebab akan menghambat jaringan sehat dibawahnya untuk bertumbuh. Selain itu, jaringan mati dapat menjadi sumber bakteri bila tidak segera diangkat. INGAT. Petugas kesehatan khusus yang dapat melaksanakan tindakan ini.

Ketiga, menajemen infeksi. Segala bentuk cairan, nanah atau rembesan yang ada pada luka harus dikeluarkan dan dibuang. Kumpulan bakteri dan kuman pada luka dapat menyebar. Sangat berbahaya bila terjadi infeksi seluruh tubuh dan dapat berujung kematian. Bila luka anda infeksi, anda wajib untuk mengkonsumsi antibiotik dengan resep dokter serta mendapat balutan khusus dimana mengandung anti bakteri.

Keempat, menjaga kelembapan luka. Menjaga kelembapan luka dapat diatur dengan penggantian balutan berkala. Ingat, mengganti balutan setiap hari ataupun berkali-kali sehari tidaklah direkomendasikan. Hal ini akan menggusur jaringan sehat yang akan tumbuh dan terlalu lembab. Sebaliknya, terlalu kering juga tidak dianjurkan sebab akan menjadi tempat tertumpuknya bakteri. Penggantian balutan dianjurkan 2-3 hari sekali disesuaikan kondisi terkini luka. Bila luka sudah nampak rembesan, basah, atau kotor segera ganti balutan lukanya. Perhatikan juga agar luka tidak kontak dengan air dalam kondisi apapun.

Baca Juga : Pesan Layanan Perawatan Luka di Rumah (Homecare)

Kelima, menjaga kesehatan secara umum. Penting menjaga gula darah agar tetap stabil. Bila gula darah tinggi, nutrisi dan oksigen tak akan sampai pada luka untuk penyembuhan. Selain itu, konsumsi nutrisi anda juga harus memenuhi gizi atau diet penderita diabetes. Periksa gula secara berkala, olahraga, cek kesehatan secara umum, gunakan alas kaki setiap keluar rumah dan memastikan ukuran alas kaki/sepatu dalam kondisi yang pas.

Kesimpulan

Apakah luka diabetes bisa sembuh? Jawabannya bisa. Bahkan mencapai angka 60%-80%. Namun perlu anda waspadai mengenai bagaimana cara merawat luka, menjaga faktor pendukung penyembuhan agar tetap optimal, ataupun tidak menggunakan obat atau salep luka sembarangan. Kunci lainnya adalah terus bersabar dan ikhlas dalam menjalani penyakit yang dialami. Dengan begitu, hati akan lebih lapang, tenang, dan tidak panik dimana hal ini juga dibutuhkan dalam penyembuhan.


Referensi :

Katsilambros N, Dounis E, Makrilakis K, Tentolouris N, Tsapogas P. Atlas of the diabetic foot. 2. Oxford: Wiley-Blackwell; 2010.

Moxey PW, Gogalniceanu P, Hinchliffe RJ, et al. Lower extremity amputations—a review of global variability in incidence. Diabet Med. 2011;28:1144–1153.

Advance Tissue. 2016. 6 Key Factors in Treating a Diabetic Wound

Pencarian Lainnya :
Informasi Lengkap Perawatan Luka dan Jenis Balutan Luka Modern

Pesan Layanan Perawatan Luka di Rumah (Homecare)

Cara mengobati luka sendiri dengan aman

Cek Luka Diabetes atau Kanker