Perawatan Luka Lembab (Moist), Modern, dan Terkini

Metode perawatan luka berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk konsep perawatan luka lembab (moist). Hal ini ditandai dengan munculnya bahan-bahan perawatan luka modern yang telah dirancang sesuai dengan karakteristik luka, sehingga proses penyembuhan luka maksimal.

Baca Juga : Perawatan Luka Modern Vs Perawatan Luka Konvensional

Pada awalnya para ahli berpendapat bahwa penyembuhan luka akan sangat baik bila luka dibiarkan tetap kering . Mereka berpikir bahwa infeksi bakteri dapat dicegah apabila seluruh cairan yang keluar dari luka terserap oleh pembalutnya. Akibatnya sebagian besar luka dibalut oleh bahan kapas pada kondisi kering. Penelitian yang dilakukan Winter (1962) tentang keadaan lingkungan yang optimal untuk penyembuhan luka menjadi dasar diketahuinya konsep “Moist Wound Healing” (Morrison, 2004).

Perawatan Luka Lembab (Moist Wound Healing)

”Moist Wound Healing” adalah metode untuk mempertahankan kelembaban luka dengan menggunakan balutan penahan kelembaban, sehingga penyembuhan luka dan pertumbuhan jaringan dapat terjadi secara alami. Munculnya konsep “Moist Wound Healing” disertai dengan teknologi yang mendukung, hal tersebut menjadi dasar munculnya pembalut luka modern (Mutiara, 2009).

Baca Juga: Manajemen Perawatan Luka Modern dengan 3M

Penggunaan dan pemilihan produk-produk perawatan luka yang kurang sesuai akan menyebabkan proses inflamasi yang memanjang dan kurangnya suplai oksigen di tempat luka. Hal-hal tersebut akan memperpanjang waktu penyembuhan luka. Luka yang lama sembuh disertai dengan penurunan daya tahan tubuh pasien membuat luka semakin rentan untuk terpajan mikroorganisme yang menyebabkan infeksi (Morrison, 2004).

Mempertahankan Kelembapan

Untuk itu dikembangkan suatu metode perawatan luka dengan cara mempertahankan isolasi lingkungan luka agar tetap lembab dengan menggunakan balutan penahan kelembaban, yang dikenal dengan moist wound healing. Metode ini secara klinis memiliki keuntungan akan meningkatkan proliferasi dan migrasi dari sel-sel epitel disekitar lapisan air yang tipis, mengurangi resiko timbulnya jaringan parut dan lain-lain, disamping beberapa keunggulan metode ini dibandingkan dengan kondisi luka yang kering adalah meningkatkan epitelisasi 30- 50%, meningkatkan sintesa kolagen sebanyak 50%, rata-rata re-epitelisasi dengan kelembaban 2-5 kali lebih cepat serta dapat mengurangi kehilangan cairan dari atas permukaan luka (Tarigan, 2007).

Baca Juga : Perawatan Luka Diabetes

Manfaat perawatan luka lembab

  1. Luka tidak diijinkan mengering, yang mengakibatkan penyembuhan luka terus menerus 24 jam sehari, balutan ini mendukung lingkungan yang lembab.
  2. Kelebihan eksudat akan dipindah. Eksudat diserap ke dalam balutan primer dan sekunder
  3. Kontak antara luka dan cairan luka tetap terjaga. Berarti pasien bisa mendapatkan keuntungan dari keseimbangan normal. Faktor penyembuhan selama setiap fase penyembuhan luka.
  4. Meningkatkan fungsi optimal sel dan protease yang bertanggung jawab untuk penyembuhan. Perkiraan sel meregenerasi dua kali lebih cepat, penyembuhan lembab dibanding penyembuhan kering
  5. Meningkatkan penyembuhan lebih cepat dengan tingkat infeksi yang lebih rendah. Lukanya dilindungi oleh balutan yang kuat yang mana mencegah infeksi dari luar.
  6. Lebih nyaman untuk pasien daripada dressing tradisional. Menjaga ujung saraf terhidrasi dalam luka mengurangi rasa sakit.
  7. Perubahan perban lebih sedikit diperlukan. Pembalutan bisa dibiarkan di luka selama 3 sampai 5 hari tergantung kondisi luka.
  8. Bekas luka berkurang dan lebih baik. Serat kolagen berkoordinasi lebih lurus.
  9. Penurunan biaya untuk perawatan luka total. Penurunan jumlah balutan, kebutuhan obat penenang dan menurunkan total biaya bahan perban.Baca juga:
    Pusat Homecare Perawatan Luka Jakarta
    Informasi Lengkap Balutan Luka Modern
    Homecare Perawatan Luka