10 Terapi Stroke Untuk Pemulihan Agar Kembali Seperti Semula

Terapi stroke untuk pemulihan kondisi tubuh pasca masa darurat stroke memang penting untuk dilaksanakan secara berkelanjutan. Pemulihan fungsi tubuh dilakukan agar kembali seperti sediakala. Latihan ini memerlukan usaha dan motivasi yang kuat baik dalam diri sendiri atau keluarga.

Baca Juga: Layanan Fisioterapi Pasca Stroke Jabodetabek

Tujuan dari terapi stroke ini dibahas agar penderita stroke memiliki kemandirian, kebugaran, serta hidup yang lebih berkualitas pasca terjadinya stroke. Berikut kami ulas 10 hal yang bisa dilakukan untuk pemulihan pasca stroke.

1. Terapi Medikasi

Terapi stroke yang paling utama adalah konsumsi obat yang telah ditentukan dokter khususnya spesialis syaraf yang menangani anda. Terapi ini akan membantu anda menuju masa pemulihan secara optimal serta mencegah penyakit penyerta datang kembali seperti darah tinggi, kolesterol dll.

2. Terapi Wicara/Verbal 

Terapi wicara stroke. Sumber Gambar:
http://www.ejinsight.com

Terapi ini diperlukan bagi penderita stroke khususnya yang mengalami gangguan berbicara ataupun disfungsi otot wajah. 

3. Terapi Fisioterapi 

Terapi stroke selanjutnya yang diperlukan adalah fisioterapi. Program direncanakan untuk melatih otot yang tidak berfungsi dengan baik agar tidak mengalami atropi, mengoptimalkan fungsi otot juga merangsang perbaikan saraf.

Baca Juga: Latihan Fisioterapi Pasca Stroke di Rumah

4. Program Kemandirian

Terapi ini bertujaun untuk memodifikasi pola hidup penderita stroke agar hidup mandiri. Awalnya pasien akan dibantu melaksanan kegiatan sehari-hari seperti mengancing baju, makan, menyisir rambut, atau menggosok gigi. Diharapkan selanjutnya dapat mandiri untuk pelaksanaannya. 

5. Hindari Tidur Terlentang 

Tidur terlentang terus menerus akan mepercepat penuruanan masa dan kekuatan otot. Dianjurkan untuk  mengganti posisi setiap 2 jam. Baik sendiri ataupun dengan bantuan dari keluarga. 

6. Beri Sanggahan 

Sanggahan pada bagian tubuh yang menonjol seperti lengan, sikut, tumit, bokong dll untuk mengurangi resiko terjadinya luka dekubitus. 

7. Latihan Sendi Pasif (ROM)

Terapi stroke selanjutnya yaitu latihan sendi pasif dimana membantu pasien untuk menggerakkan sendi pada lengan dan tungkai secara perlahan yaitu lurus dan menekuk sebanyak 5 – 7 kali. 

Baca Juga: Rehabilitasi Pasca Stroke untuk Pemulihan

Gerakan yang diberikan secara perlahan agar pasien dapat ikut aktif melakukanya. Lakukan secara perlahan gerakan mengangkat lengan dan mintalah pasien untuk ikut melakukannya dan berusaha agar siku tidak terdorong keluar.

8. Latihan Stabilisasi dan Mobilisasi

Dapat dilakukan latihan seperti penggunaan bola yang empuk untuk diremas-remas oleh tangan  penderita stroke. Setelah agak lancer, coba untuk memutar pergelangan tangan secara perlahan.

Terapi latihan stabilitas dengan bola. Sumber gambar:
https://img.grouponcdn.com

Gerakan ini akan membantu stabilitas dan mobilitas pergelangan tangan dan jari-jari. Sehingga fungsi jari-jari dapat distimulasi lebih baik.

9. Ganti Diapers Segera 

Hal ini untuk mengurangi resiko iritasi, luka tekan, lecet dan timbulnya dekubitus. Usahakan kondisi tubuh tetap lembut dan lembab dengan mengganti segera diapers bila basah, BAB, atau BAK.

10. Pemeriksaan Punggung dan Pijat 

Periksa secara berkala kondisi punggung. Identifikasi apabila terdapat kemerahan, iritasi, atau lecet. Bila memungkinkan lakukan pemijatan khusus menggunakan minyak VCO atau olive oil pada area punggung hingga bokong untuk melancarkan sirkulasi.

Bila anda memerlukan terapi khusus seperti fisioterapi dan okupasi di rumah, layanan ini dapat anda pesan langsung ke rumah tanpa bolak-balik dan lebih mudah. Segera konsultasikan kebutuhan anda bersama customer care kami melalui WhatsApp atau telepon 0813-8286-9088. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *