8 Fakta Rehabilitasi dan Perawatan Pasca Stroke yang Wajib Diketahui

Stroke merupakan salah satu penyakit mematikan nomor satu di Indonesia, berbahaya, dan bila telah mengalami perlu perawatan pasca stroke, fisoterapi, ataupun rehabilitasi berkelanjutan untuk menjaga kualitas hidup penderitanya. Berikut kami akan mengulas beberapa hal penting menganai perawatan dan rehabilitasi pasca stroke.

Baca Juga: Layanan Homecare 24 Jam: Sehat dan Sembuh di Rumah

1. Tujuan perawatan dan rehabilitasi

Perawatan, Rehabilitasi dan Fisioterapi Pasca Stroke

Tujuan perawatan pasca stroke, rehabilitasi, ataupun fisioterapi belum mampu untuk mengatasi kerusakan pembuluh darah atau sel syaraf otak yang telah mengalami kerusakan, namun rehabilitasi dan perawatan pasca stroke ini diharapkan membawa kemandirian, kebugaran, serta hidup yang lebih berkualitas pasca terjadinya stroke.

2. Masalah pada penderita stroke

Masalah pada penderita stroke

Pada penderita stroke, tingkat keterbatasan atau komplikasi bergantung pada area otak yang terkena serangan dan seberapa luas areanya. Perawatan pasca stroke berbeda antara pasien yang satu dengan yang lainnya sesuai dengan kondisi pasca serangan.  Umumnya terdapat 5 masalah kesehatan pasca stroke yang dijumpai.

Kelemahan dan kelumpuhan (paralisis)

Masalah kelemahan ini sering ditemukan pasca serangan stroke. Kelemahan atau paralisis ini terjadi pada salah satu sisi tubuh yang berlawanan dari lokasi kerusakan otak. Dapat mengenai area seperti wajah, lengan, atau bagian tubuh lain. Kelemahan dan kelumpuhan ini juga dapat terjadi pada keseluruhan sisi tubuh (hemiplegia). Saat hemiplegia terjadi, aktivitas sehari-hari seperti berjalan, memegang suatu benda, bahkan kesulitan menelan (disfagia) dapat terjadi.

Baca Juga: 10 Hak Konsumen Homecare Perawat yang WAJIB Anda Tahu

Gangguan fungsi sensorik dan nyeri

Penderita stroke dapat mengalami penurunan kepekaan perabaan, merasakah nyeri, perubahan suhu ataupun posisi. Selain itu memungkinkan terjadinya mati rasa, menurunnya kesadaran dan kemampuan mengontrol BAB atau BAK. Latihan seperti fisioterapi dan perawatan pasca stroke perlu dilaksanakan berkala agar tidak menjadi kekakuan pada area yang mengalami kelumpuhan.

Kesulitan memahami bahasa & berbicara

Salah satu masalah yang terjadi pada penderita stroke adalah gangguan bahasa dan berbicara. Gangguannya dapat berupa berkurangnya kemampuan berbicara, menulis atau mengerti mengenai pembicaraan. Serangan stroke dapat mencederai pusat kontrol bahasa yang disebut dengan istilah Afasia.

Gangguan ingatan dan berpikir

Serangan stroke dapat menyebabkan kerusakan pada bagian otak yang bertanggung jawab terhadap ingatan, belajar, dan kesadaran. Umumnya penderita stroke mengalami penurunan daya ingat jangka pendek, membuat perencanaan ataupun permasalahan dalam mempelajari suatu hal yang baru.

Baca Juga: 8 Cara Perawatan Luka Dekubitus Agar Cepat Kering

Gangguan Emosi

Emosi pada penderita stroke

Penderita stroke memungkinkan timbulnya perasaan seperti ketakutan, frustasi, kemarahan, sedih, dan ketidak percayaan diri akibat penurunan fungsi fisik ataupun mental. Perasaan yang dialami tersebut merupakan respon dari trauma psikologis dari stroke. Depresi pada penderita stroke dapat ditandai dengan adanya gangguan tidur, penurunan berat badan, kelelahan, anti sosial atau resiko terjadinya bunuh diri. Depresi pasca stroke ini memerlukan pengobatan antidepresi, perawatan, dan konseling.

3. Program Perawatan dan Rehabilitasi

Perawatan pasca stroke

Penagananan pasca stroke dan rehabilitasi untuk memaksimalkan fungsi tubuh dan meningkatkan kualitas hidup, diperlukan kolaborasi antar tenaga kesehatan. Dokter berperan dalam perencanaan jangka panjang, medikasi, dan jenis rehabilitasi ataupun pencegahan agar stroke tidak berulang.  Perawat berperan dalam memberikan perawatan khususnya aktivitas sehari-hari, pemberian obat, perawatan luka, perawatan kulit dan latihan fisik.  Fisioterapi berperan dalam latihan fisik untuk kebugaran, kekuatan otot, keseimbangan dan fungsi koordinasi.

4. Kapan Perawatan Pasca Stroke dimulai?

Rehabilitasi dan perawatan pasca stroke dapat dimulai segera setelah kondisi stabil berdasarkan pemeriksaan kesehatan. Umumnya diatara 24 jam – 48 jam pasca terjadinya stroke. Rehabilitasi pertama selama fase akut dilaksanakan selama perawatan di rumah sakit.

5. Kapan progres dapat terlihat?

Peningkatan fungsi tubuh pasca stroke dapat berkisar satu tahun pasca terjadinya serangan. Namun tidak menutup kemungkinan 2- 6 bulan bila mengikuti program rehabilitasi. Hal ini berbeda setiap orang sesuai dengan tingkat keparahan dan area yang terserang stroke.

Baca Juga: Pesan Layanan Perawatan Luka di Rumah (Homecare)

6. Dimana Perawatan dan rehabilitasi dilaksanakan?

Waktu yang tepat untuk perawatan stroke

Perawatan pasca stroke dan rehabilitasi dapat anda dapatkan di rumah sakit, klinik, pusat keperawatan, ataupun home visit untuk rehabilitasi pasca stroke. Perawatan dan rehabilitasi pasca stroke di rumah memungkinkan waktu yang lebih fleksibel, kemudahan mobilisasi serta penyesuaian dengan lingkungan di rumah pasien.

 7. Tips perawatan kesehatan di rumah

Berikut beberapa informasi penting selama perawatan pasca stroke, rehabilitasi dan pemulihan yang bisa dilaksanakan di rumah secara mandiri.

Pertama, hindari posisi tidur terlentang sebab posisi tidur terlentang terus menerus akan membuat otot-otot postur tidak bekerja dan berdampak semakin cepatnya terjadi penurunan kekuatan otot. Usahakan posisi duduk dengan sandaran punggung dan tangan atau minimal posisi tidur miring kanan-kiri setiap 2 jam.

Kedua, berikan sanggahan pada bagian tubuh yang terkena tulang menonjol seprti lengan, area sikut, tumit, bokong dll menggunakan bantal untuk mengurangi iritasi dan resiko terjadinya luka dekubitus akibat tekanan.

Ketiga, latihan sendi pasif (ROM). Bantu pasien untuk menggerakkan sendi pada lengan dan tungkai secara perlahan yaitu lurus dan menekuk sebanyak 5 – 7 kali. Gerakan yang diberikan secara perlahan agar pasien dapat ikut aktif melakukanya. Lakukan secara perlahan gerakan mengangkat lengan dan mintalah pasien untuk ikut melakukannya dan berusaha agar siku tidak terdorong keluar.

Latihan ROM bagi pasien stroke

Keempat, berikan sesuatu seperti bola yang empuk untuk diremas-remas oleh tangan  penderita stroke. Setelah agak lancer, coba untuk memutar-mutar pergelangna tangna secara perlahan. Gerakan ini akan membantu stabilitas dan mobilitas pergelangan tangan dan jari-jari. Sehingga fungsi jari-jari dapat disimulasi lebih baik.

Kelima, pemeriksaan area punggung. Periksa secara berkala kondisi punggung. Identifikasi apabila terdapat kemerahan, iritasi, atau lecet. Bila memungkinkan lakukan pemijatan khusus menggunakan minyak VCO atau olive oil pada area punggung hingga bokong untuk melancarkan sirkulasi.

Keenam, ganti diapers bila basah. Hal ini untuk mengurangi resiko iritasi, luka tekan, lecet dan timbulnya dekubitus. Usahakan kondisi tubuh tetap lembut dan lembab dengan mengganti segera diapers bila basah, BAB, atau BAK.

Ketujuh, jaga kebersihan dan hygiene. Menjaga kebersihan dapat dimulai dengan membantu memandikan pasien secara rutin, menggosok gigi, berkeramas, mengganti pakaian dan alas tidur secara berkala.

Baca Juga: Cara mengobati luka sendiri dengan aman

8. Jenis terapi pasca stroke 

jenis latihan pasca stroke dan fisioterapi

Terapi Medikasi

Konsumsi obat sesuai dengan program medikasi dari dokter atau spesialis syaraf. Serta penanganan penyakit pemicu seperti kolesterol, hipetensi, dll agar stroke tidak berulang kembali.

Terapi dasar fisioterapi

Program direncanakan untuk melatih otot yang tidak berfungsi dengan baik agar tidak mengalami atropi, mengoptimalkan fungsi otot juga merangsang perbaikan saraf.

Terapi verbal dan bahasa

Selanjutnya adalah terapi verbal, beberapa penderita stroke mengalami disfungsi otot wajah sehingga tidak bisa bicara dengan benar, untuk itu terapi verbal sangat perlu.

Bantuan  ADL (Activities of Daily Living)

Program ini  yang ditujukan supaya pasien lebih mandiri didalam melaksanan kegiatan sehari-hari seperti mengancing baju, makan, menyisir rambut, atau menggosok gigi.

Referensi: 
Post-Stroke Rehabilitation Fact Sheet. 2017. US: National Institute of Neurological Disorder and Stroke

Informasi Lainnya:

7 Fakta yang Wajib Anda Ketahui Saat Memilih Perawatan Homecare

20 Cara Mengobati Luka Diabetes Aman dan Benar Secara Medis

Apakah Luka Diabetes Bisa Sembuh? 60%-80% Bisa Sembuh

2 thoughts on “8 Fakta Rehabilitasi dan Perawatan Pasca Stroke yang Wajib Diketahui

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *