9 Informasi Penyakit Stroke: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

1. Informasi Penyakit Stroke

Stroke terjadi ketika supplai darah yang menuju bagian otak terhambat atau berkurang, sehingga otak kekurangan oksigen ataupun nutrisi. Bahayanya, dalam hitungan menit, otak akan mengalami kematian dan kerusakan permanen. Stroke merupakan masalah kesehatan “Darurat” dimana penanganan segera sangatlah penting dilaksanakan untuk meminimalkan kerusakan dan komplikasi.

Baca Juga: 8 Fakta Rehabilitasi dan Perawatan Pasca Stroke yang Wajib Diketahui

2. Tanda dan Gejala Stroke

Informasi tanda dan gejala stroke

Tanda dan Gejala Stroke

Informasi penyakit stroke dapat diamati pada seseorang berdasarkan tanda dan gejalanya. Amati perubahan, tanda dan gejala yang dialami. Segera laporkan dan informasikan pada petugas kesehatan bila anda menemukan gejala berikut ini.

Gangguan Berbicara dan Memahami

Gangguan bicara dapat dijumpai seperti pelo, tidak dapat dimengerti pembicaraannya, atau kesulitan dalam berkata-kata secara tiba-tiba.

Kelumpuhan atau mati rasa

Hal ini terjadi pada bagian tubuh seperti area wajah, tangan ataupun kaki. Informasi penyakit stroke ini  diharapkan anda mengenali terjadinya kelemahan, mati rasa ataupun kelumpuhan pada sebagian atau keseluruhan sisi tubuh. Cobalah angkat kedua tangan bersama-sama hingga lebih tinggi dari kepala, bila salah satu tangan jatuh, anda kemungkinan mengalami stroke. Atau, salah satu sisi mulut tidak simetris saat tersenyum.

Baca Juga: Layanan Homecare 24 Jam: Sehat dan Sembuh di Rumah

Gangguan pengelihatan

Gangguan pengelihatan dapat terjadi pada salah satu ataupun kedua mata. Dengan tiba-tiba pengelihatan menjadi kabur, ataupun menjadi buram.

Nyeri kepala

Sakit kepala dengan tiba-tiba, berat ataupun disertai dengan muntah, penurunan kesadaran, pingsan secara tiba-tiba dapat menadakan terjadinya stroke.

Gangguan berjalan

Anda memungkinkan terjadi tidak seimbang saat berjalan, kurang koordinasi, sempoyongan pada saat berjalan akibat dari serangan stroke.

 3. Segera Hubungi Paramedis

Tanda Fast pada Stroke

Hubungi paramedis segera bila ada tanda ini

Segera anda menghubungi paramedis atau tenaga kesehatan terdekat apabila menemukan tanda maupun gejala serta informasi penyakit stroke. Untuk memudahkan mengingat, kenali dengan FAST dimana.

Face (Wajah). Instruksikan seseorang untuk tersenyum. Aapakah terjadi ketidak simetrisan bagian wajah ataupun mulut?

Arm (Lengan). Instruksikan untuk mengangkat kedua tangan. Apakah ada salah satu tangan yang tiba-tiba terjatuh? Atau kedua lengan tidak dapat diangkat?

Speech (Berbicara). Instruksikan untuk berbicara secara singkat. Apakah kata-kata yang dikeluarkan tidak tepat? Pelo? Ataupun kesulitan berbicara?

Time (Waktu). Segera hubungi 118 atau 119 melalui telepon anda. Bila memungkinkan segera rujuk dan bawa ke rumah sakit terdekat untuk penanganan darurat dan segera.

Baca Juga: 10 Hak Konsumen Homecare Perawat yang WAJIB Anda Tahu

4. Penyebab Penyakit Stroke

Penyebab penyakit stroke

Stroke dapat disebabkan oleh 2 hal yang utama. Yaitu tersumbatnya pembuluh darah arteri pada otak, ataupun kerusakan pada pembuluh darah arteri. Kerusakan bila terjadi pada  sebagian kecil pembuluh darah dapat disebut  transient ischemic attack. Dimana kerusakan tidak terjadi secara permanen pada otak.

Stroke Iskemia

Sekitar 80% stroke yang terjadi adalah iskemia. Penyakit stroke iskemia terjadi ketika pembuluh darah yang menuju pada are otak mengalami penyempitan, ataupun terhambat. Sehingga mengurangi aliran nutrisi dan oksigen pada otak. Penyebab stroke iskemia dapat berawal dari.

Stroke Trombosis

Trombosis stroke terjadi ketika gumpalan darah (thrombus) terbentuk di pembuluh darah arteri. Gumpalan atau clot ini dapat disebabkan oleh plak atau lemak yang tidak terserap dan bertumbuh di pembuluh darah arteri. Hal ini mengurangi atau menghambat aliran darah pada otak.

Stoke Emobolic

Stroke embolic terjadi ketika gumpalan darah yang posisinya auh dari otak yang kemudian mengalir  bersama aliran darah dan membentuk penyumbatan/penyempitan pada pembuluh darah otak. Gumpalan embolus ini dapat terbentuk pada bagian tubuh seperti jantung yang bergerak membentuk sumbatan pada otak.

Stroke Hemoragi

Informasi penyakit stroke hemoragi. Stroke hemoragi dapat terjadi ketika pembuluh darah pada otak mengalami kerusakan atau rupture. Perdarahan pada otak akibat pecahnya pembuluh darah dapat dipicu oleh terjadinya beberapa masalah seprti:

  • Darah tinggi yang tidak terkontrol
  • Penggunaan pengencer darah yang berlebihan
  • Dinding pembuluh darah yang sangat rapuh (aneurisma)

Lokasi terjadinya kerusakan pembuluh darah dapat berbeda-beda. Umumnya dikenali 2 jenis kerusakan pada stroke hemoragik ini.

Baca Juga: 8 Jenis Stres Emosional Penderita Diabetes. Wajib Diketahui !

Intraserebral hemoragik

Pada permasalahan pemburuh darah intra serebral, pembuluh darah rusak dan pecah mengakibatkan perarahan dan kerusakan sel otak. Begitupula sel otak yang tidak mendapat suplai oksigen dan nutrisi diseberang terjainya kerusakan juga dapat mengalami kematian jaringan. Umumnya disebabkan oleh hipertensi, trauma, ataupun gangguan pembuluh darah.

Subarachnoid hemoragik

Pada kerusakan pembuluh darah subarachnoid, pembuluh darah yang rusak menyebabkan perdarahan pada area diantara otak dan tempurung otak. Perdarahan ini dapat ditandai dengan adanya nyeri kepala yang sangat hebat.

Transient ischemic attack (TIA)

Penyakit stroke jenis ini dapat disebut mini stroke dimana terjadinya penyakit stroke secara temporer dan sekilas, namun gejalanya hampir serupa dengan anda yang mengalami stroke. Seperti stroke iskemi, TIA terjadi gumpalan darah menyebabkan penyempitan pembuluh darah otak, namun bersifat sementara dan tidak menyebabkan kerusakan jaringan otak.

5. Faktor Resiko Penyakit Stroke

Resiko dan pemicu terjadinya stroke

Banyak faktor yang dapat meningkatkan sesorang mengalami stroke, khususnya berkaitan dengan pola hidup seperti. Berikut informasi penyakit stroke khusunya faktor resiko/pemicu terjadinya stroke.

Pola Hidup

  • Mengalami obesitas atau kegemukan
  • Tidak aktif dalam berolahraga atau aktivitas fisik
  • Gemar mengkonsumsi alkohol
  • Menggunakan obat terlarang seperti kokai atau methamphetamine.

Berhubungan dengan penyakit

  • Tingginya kadar gula darah (hipertensi)
  • Perokok aktif ataupun pasif
  • Tingginya kadar kolesterol dalam darah
  • Diabetes melitus
  • Gangguan jantung seperti gagal jantung, sumbatan arteri
  • Riwayat keluarga yang mengalami stroke

Faktor lainnya yang berkaitan dengan stroke

  • Usia — Seseorang dengan usia 55 tahun atau lebih, memiliki resiko lebih tinggi.
  • Ras — Orang Afrika dan Amerika lebih beresiko daripada suku lainnya
  • Jenis Kelamin — Laki-laki lebih beresiki untuk mengalami stroke
  • Hormone — use of birth control pills or hormone therapies that include estrogen,

6. Komplikasi Stroke

Komplikasi stroke bisa membawa pada kematian

Komplikasi penyakit stroke dapat berlangsung permanen ataupun gangguan sementara. Tergantung pada berapa lama otak kekurangan oksigen dan area mana yang mengalami kerusakan. Komplikasi stroke dapat berupa:

Kelumpuhan atau kelemahan

Penderita dapat mengalami kelumpuhan satu sisi tubuh, kurang dalam mengontrol fungsi otot. Fisioterapi dapat membantu meningkatkan peranan dan fungsi aktivitas akibat kelumpuhan seperti berjalan, makan ataupun berpakaian.

Gangguan Menelan

Stroke dapat menyerang area yang mengontrol peranan otot mulut, tenggorokan sehingga seseorang dapat mengalami kesulitan menelan makanan. Termasuk juga gangguan berbicara seperti pelo, sulit dimengerti pembicaraannya dan kesulitan berkata-kata.

Gangguan Ingatan

Seseorang dengan stroke dapat mengalami hilang ingatan, pelupa, kesulitan membuat keputusan, ataupun membuat perencanaan.

Gangguan emosi

Penderita yang mengalami stroke seringkali kesulitan mengontrol emosi dan dapat menyebabkan komplikasi menjadi depresi.

Mati rasa

Masalah ini dapat berupa penurunan sensasi, mati rasa ataupun berkurangnya kemampuan untuk merasakan sesuatu. Bahkan saat menyentuh benda panas juga kurang merasakan sesnsasi tersebut akibat kerusakan atau gangguan pada pusat nyeri.

Baca Juga: Perawat Homecare Terbaik & Berkualitas #No1 di Indonesia

7. Pencegahan Stroke

Stroke merupakan penyakit yang dapat dicegah. Baik dengan modifikasi pola hidup dan lingkungan sehat dapat mencegah terjadinya stroke seperti mengontrol tekanan darah agar tetap stabil, mengurangi konsumsi makanan berkolesterol tinggi dan lemak, berhenti merokok, mengontrol gula darah/diabetes, olah raga teratur, mengkonsumsi sayur dan buah, mengurangi konsumsi alkohol dan menghindari konsumsi obat-obatan terlarang.

8. Penanganan Stroke

Penaganan rehabilitasi stroke

Penatalaksanaan awal stroke fase akut

  1. Berusaha menstabilkan TTV dengan mempertahankan saluran napas yang paten, yaitu sering lakukan pengisapan lendir, oksigenasi, kalau perlu lakukan trakeostomi, membantu pernapasan
  2. Mengontrol tekanan darah berdasarkan kondisi klien, termasuk usaha memperbaiki hipotensi dan hipertensi
  3. Pasien ditempatkan pada posisi lateral atau semi telungkup dengan kepala tempat tidur agak ditinggikan sampai tekanan vena serebral berkurang. Posisi klien diubah tiap 2 jam.
  4. Berusaha menemukan dan memperbaiki aritmia jantung, hipertensi, diabetes,dll

Penatalaksanaan medis

  1. Obat manitol, tujuannya guna menghambat pembengkakan otak dan mengurangi tekanan intrakranial berupa tekanan pada rongga kepala yang biasa dialami oleh penderita stroke.
  2. Diuretik untuk menurunkan edema serebral, yang mencapai tingkat maksimum 3 sampai 5 hari setelah infark serebral.
  3. Antikoagulan, untuk mencegah terjadinya atau memberatnya trombosis dari tempat lain dalam sistem kardiovaskular.
  4. Medikasi antitrombosit, karena trombosit berperan penting dalam pembentukan trombus dan embolisasi.

Pembedahan stroke

Tindakan pembedahan tergantung usia dan letak perdarahan. Jenis-jenis operasi pada stroke hemoragik, yaitu:

Kraniotomi

Secara umum, ahli bedah lebih memilih melakukan operasi jika perdarahan intraserebral terletak pada hemisfer non dominan, keadaan pasien memburuk, dan jika bekuanterletak pada lobus dan superfisial karena lebih mudah dan kompresi yang lebih besar mungkin dilakukan dengan resiko yang lebih kecil. Beberapa ahli bedah memilih kraniotomi luas untuk mempermudah dekompresi eksternal jika terdapat udem serebri yang luas.

Endoskopi

Melalui penelitian Ayer dan kawan-kawan dikatakan bahwa evakuasi hematoma melalui bantuan endoskopi memberikan hasil lebih baik. pada laporan observasi lainnya penggunaan endoskopi dengan tuntunan stereotaktik dan ultrasonografi memberikan hasil memuaskan dengan evakuasi hematoma lebih sedikit (volume < 30 ml) namun teknik ini belum banyak diaplikasikan dan validitasnya belum dibuktikan.

Baca Juga: 9 FAKTA PENTING Perawatan luka diabetes pasca operasi

9. Pemeriksaan Penunjang Stroke

Pemeriksaan penunjang stroke

Angiografi serebral

Membantu menentukan penyebab stroke secara spesifik, misalnya pertahanan atau sumbatan arteri.

Scan Tomografi Komputer (Computer Tomography Scan – CT-scan).

Mengetahui adanya tekanan normal dan adanya trombosis, emboli serebral, dan tekanan intrakranial (TIK). Peningkatan TIK dan cairan yang mengandung darah menunjukan adanya perdarahan subarakhnoid dan perdarahan intrakranial. Kadar protein total meningkat, beberapa kasus trombosis disertai proses inflamasi.

Magnetic Resonance Imaging (MRI).

Menunjukkan daerah infark, perdarahan, malformasi arteriovena (MAV).

Ultrasonografi Doppler (USG Doppler).

Mengidentifikasi penyakit artriovena (masalah sistem arteri karotis [aliran darah atau timbulnya plak]) dan arteriosklerosis.

Elektroensefalogram (Electroencephalogram – EEG).

Mengidentifikasi masalah pada gelombang otak dan memperlihatkan daerah lesi yang spesifik.

Sinar tengkorak (X-Ray)

Menggambarkan perubahan kelenjar lempeng pienal daerah yang berlawanan dari massa yang meluas, klasifikasi karotis interna terdapat pada trombosis serebral; klasifikasi parsial dinding aneurisma pada perdarahan subarakhnoid.

Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan laboratorium yang dapat dilaksanakan untuk penderita stroke diantaranya  seperti pemeriksaan darah lengkap, gula darah, urine rutin, cairan serebrospinal, Analisa gas darah (AGD), biokimia darah ataupun pemeriksaan elektrolit.

Informasi Lainnya:
8 Fakta Rehabilitasi dan Perawatan Pasca Stroke yang Wajib Diketahui

10 Hak Konsumen Homecare Perawat yang WAJIB Anda Tahu

Layanan Homecare 24 Jam: Sehat dan Sembuh di Rumah

 

3 thoughts on “9 Informasi Penyakit Stroke: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *