Penting Cara Mengobati Cedera Engkel

Cedera ankle atau ankle sprain adalah keseleo pergelangan kaki ketika ligamen yang mendukung tulang-tulang pergelangan kaki teregang atau robek. Ligamen berfungsi untuk membuat tubuh Anda lebih mudah untuk digerakkan. Namun setiap ligamen punya batasan gerakan, sehingga jika melewati batas tersebut ligamen akan meregang dan robek. Hal ini yang kemudian terjadi ketika Anda mengalami cedera engkel atau yang kerap disebut juga dengan cedera mata kaki.

Penyebab Cedera Engkel

Penyebab cedera engkel kaki sangat beragam, dapat terjadi pada saat berolahraga (basket, sepakbola, tenis, badminton, dan aktivitas lainnya), kesalahan dalam mendarat saat melompat, pada saat berlari di permukaan yang tidak rata, orang-orang yang sering menggunakan sepatu berhak tinggi atau pada saat naik turun anak tangga.

Tanda-Tanda dan Gejala Cedera

Jika Anda mengalami cedera mata kaki, maka tanda dan gejala yang Anda alami pada mata kaki adalah:

  • Seperti ada sentakan atau robekan di dalam mata kaki
  • Rasa sakit terasa saat cedera dan bahkan setelahnya, ketika berjalan atau menggerakkan mata kaki
  • Kulit sekitar mata kaki dapat menjadi lebam dan bengkak
  • Dengan luka berat, rasa sakit yang ekstrem membuat Anda tak dapat menggerakkan mata kaki
  • Mati rasa pada kaki dapat berarti saraf atau pembuluh darah bermasalah.

Terdapat beberapa tanda-tanda atau gejala lainnya yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda merasakan salah satu gejala, segera konsultasi dokter Anda.

Baca juga : 13 Klinik Fisioterapi di Tangerang Serta Telepon & Alamat

Pertolongan Pertama Cedera Engkel

Ketika mengalami cedera mata kaki, maka Anda harus segera memulihkan diri setelah cedera terjadi. Sebelum melakukan perawatan di pelayanan kesehatan terdekat, sebagai pertolongan pertama Anda dapat melakukan dengan RICE : Rest, Ice, Compression dan Elevation.

  • Rest
    Mengistirahatkan cedera engkel kaki, dengan meminimalisasi gerakan pada area yang cedera dan bila perlu menggunakan brace atau tapping pada saat melakukan aktivitas.
  • Ice
    Melakukan kompres es di area cedera pergelangan kaki selama 15-20 menit tiap 2-3 jam sekali. Kompres es ini sebaiknya dilakukan 48-72 jam pertama setelah cedera engkel.
  • Compression
    Melakukan kompresi dengan menggunakan bebat atau perban elastik atau non adhesive bandage di area engkel kaki. Fungsi dari bebat ini adalah untuk mengurangi bengkak dan perdarahan di area cedera engkel.
  • Elevation
    Mengelevasikan area yang cedera angkle lebih tinggi dari level jantung untuk mengurangi perdarahan dan bengkak.

Terapi fisik dapat menguatkan otot, membantu pemulihan, dan membantu mencegah luka.

Hal yang umum yang dilakukan untuk cedera engkel?

Dokter akan bertanya mengenai cedera Anda dan memeriksa mata kaki dengan cara menggerakannya untuk melihat ikatan sendi dan otot tendon. Untuk cedera ringan, tidak ada tes yang dibutuhkan. Sementara jika Anda mengalami cedera berat, dokter biasanya menganjurkan untuk melakukan tes rontgen dengan x-rays atau MRI (magnetic resonance imaging).

Sumber :
Mayo Clinic. (2018). Sprained ankle – Symptoms and causes. [online] Available at: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sprained-ankle/symptoms-causes/syc-20353225  [Accessed 28 Agust. 2019].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *