Diabetes Pembunuh No 3 di Indonesia. Berikut 6 Cara Mengatasi Prediabetes

Prediabetes adalah suatu kondisi kadar gula darah terlalu tinggi untuk dianggap normal, tetapi tak cukup tinggi untuk menjadi diabetes tipe 2. Anda dikatakan sebagai prediabetes jika kadar gula darah puasa berkisar antara 101-125 mg/dL atau jika tingkat gula darah dua jam setelah tes toleransi glukosa adalah antara 140-200 mg/dL.

Tentang Diabetes

Cegah pre diabetes

Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit tidak menular yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi hormon insulin atau karena penggunaan yang tidak efektif dari produksi insulin. Adanya peningkatan gula darah merupakan gejala umum yang tidak bisa terkontrol pada penderita diabetes dan akhirnya akan membawa ke dampak yang lebih serius bagi tubuh. Dilihat dari penyebabnya, DM terbagi menjadi dua tipe yakni, tipe 1 yang disebabkan keturunan dan tipe 2 yang disebabkan gaya hidup.

Baca Juga: 5 Daftar Minuman Penderita Diabetes yang Aman Dikonsumsi

Apakah Obat Prediabetes Sama dengan Diabetes?

Meski prediabetes adalah tahap awal sebelum penyakit diabetes, namun kedua kondisi ini ditangani dengan cara yang berbeda.

Bila Anda sudah mengalami diabetes, maka Anda wajib untuk mengonsumsi obat-obatan pengontrol gula darah. Sementara, jika baru terdiagnosis prediabetes, maka Anda tak terlalu perlu obat-obatan pengendali kadar gula darah tersebut. Anda masih bisa mencegahnya dengan menerapkan pola hidup sehat.

Apa Penyebab Prediabetes?

Gejala prediabetes

Para ilmuwan belum menemukan penyebab prediabetes. Namun, beberapa mengindikasikan bahwa gen mungkin berperan dalam meningkatkan faktor risiko, disebabkan oleh malfungsi dalam gen yang mengontrol proses insulin, menyebabkan tubuh tidak mampu mengolah insulin dengan benar. Maka, kadar insulin berkurang, membuat gula menumpuk di dalam pembuluh darah. Lemak berlebih juga mengakibatkan prediabetes.

Baca Juga: 11 Menu Makanan Penderita Luka Diabetes Anjuran Depkes

Berikut ini adalah 6 cara aman dan alami untuk turunkan gula darah, bagi Anda yang sudah mengalami prediabetes agar tak jadi diabetes.

1. Makan setiap 3-6 jam sekali

Makan sayur dan buah secara teratur

Sarapanlah dalam waktu satu atau dua jam setelah bangun tidur. Kemudian, makanlah camilan setiap 3-6 jam. Pada dasarnya, jangka waktu tersebut dibutuhkan tubuh untuk mencerna makanan.

Makanlah sedikit saja sebelum Anda benar-benar membutuhkannya sehingga tubuh tidak harus “memikirkan” bagaimana menjaga gula darah tetap stabil. Cara ini ampuh untuk menjaga keseimbangan kadar gula darah Anda.

2. Perhatikan Porsi Makan

Menurunkan berat badan dapat membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2. Makan porsi yang lebih kecil dapat membantu Anda mengurangi kalori dan tetap merasa puas.

3. Cukupi Kebutuhan Hidrasi

Cukupi hidrasi dengan konsumsi air

Untuk memenuhi kebutuhan cairan harian, prioritaskan air putih sebagai sumber utama hidrasi. Ini akan membantu Anda dalam mengurangi kalori cairan yang tidak perlu yang selama ini mengisi tubuh Anda.

4. Menggunakan Herbal

untuk mengendalikan gula darah cukup umum dilakukan oleh pengidap prediabetes. Beberapa herbal yang sering digunakan adalah kayu manis cassia, kromium, coenzyme Q10, ginseng, glucomannan, guar gum, gymnema, magnesium, kaktus pir berduri, kacang kedelai, dan stevia. Walaupun beberapa bahan ini menjanjikan pada tahap awal, tidak ada bukti pasti bahwa terapi alternatif ini efektif.

5. Olahraga secara rutin

Olahraga untuk cegah prediabetes menjadi diabetes

Gaya hidup sedentari alias kurang gerak, hanya akan membuat risiko penyakit diabetes semakin tinggi. Karena itu, mulai sekarang Anda harus membiasakan diri untuk melakukan aktivitas fisik secara rutin.

Baca Juga: Spa Kaki Diabetes : Cegah Amputasi Sejak Dini

Untuk memulainya, Anda tak perlu langsung melakukan olahraga yang berat, mulailah dari yang mudah seperti berjalan kaki santai di sekitar rumah. Anda juga bisa bersepeda atau berenang. Pastikan bahwa setidaknya Anda berolahraga selama 30 menit dalam satu hari.

6. Rutin Memeriksakan Diri ke Dokter

Untuk tahu, apakah kadar gula darah Anda kembali normal dan tubuh sudah sehat, Anda harus sering-sering memeriksakan diri ke dokter. Jadi, Anda bisa terus memantau kondisi kesehatan Anda.

Top Artikel: 

15 Langkah Senam Kaki Diabetes &  Gambar Untuk Cegah Amputasi

8 Jenis Stres Emosional Penderita Diabetes. Wajib Diketahui !

Klinik Luka Diabetes dan Kanker Panggilan ke Rumah (Homecare)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *