7 Gejala Diabetes Dianggap Biasa Namun Wajib Diwaspadai

Gejala diabetes sering tidak disadari oleh penderita Diabetes. Beberapa gejalanya dianggap biasa saja oleh masyarakat, padahal dari gejala yang timbul kita perlu mewaspadainya. Setiap tahun angka penderita Diabetes menurut IDF (International Diabetes Federation) 2017 semakin meningkat yaitu 10,3 juta orang dan Indonesia menduduki peringkat ke 6 di dunia.

Gejala dari diabetes sebagai berikut:

Hasil gambar untuk buang air kecil

1. Sering buang air kecil (Poliuri)
Gula darah yang tinggi mencapai lebih dari 180mg/dl akan keluar bersama urin. Agar urin yang mengandung gula keluar tidak terlalu kental, tubuh akan menarik air sebanyak mungkin ke dalam urin sehingga volume urin yang keluar menjadi banyak, maka dari itu kita jadi sering buang air kecil.

2. Sering haus (Polidipsi)
Dengan banyaknya urin yang keluar, tubuh akan kekurangan cairan. Diketahui bahwa tubuh yang kekurangan cairan akan mengalami kekeringan dan menjadi sering haus.

Baca juga : Cara Ampuh Mengatasi Penyakit Diabetes Melitus

3. Nafsu makan meningkat (Polipagi)
Pada penderita diabetes insulin mengalami masalah, pemasukan gula ke dalam tubuh betkurang sehingga energi kita pun ikut berkurang. Saat kurangnya tenaga, otak akan mengira bahwa kurang tenaga dikarenakan belum makan, lalu otak akan mengirim sinyal rasa lapar.

4. Berat badan menurun drastis
Ketika tubuh tidak mendapat energi yang cukup, tubuh akan cepat memecah makanan cadangan seperti protein dan lemak dalam tubuh untuk memenuhi energinya. Apabila proses ini berjalan terus menerus lama-lama akan mengalami penurunan berat badan.

Hasil gambar untuk kesemutan

5. Kesemutan
Banyak faktor yang menyebabkan kesemutan, namun bila kesemutan yang terjadi berlangsung lama dan berulang bisa jadi itu gejala dari diabetes. Karena 2-3 orang penderita diabetes mengalamin kerusakan saraf yang menimbulkan kesemutan.

6. Kulit kering
Hal ini disebabkan karena tubuh terlalu banyak mengeluarkan cairan sehingga kulit kekurangan kelembabannya.

7. Pemulihan luka yang lama
Pada penderita diabetes yang memiliki luka pemulihan luka menjadi lama karena ada faktor gula darah yang tinggi, adanya infeksi dan perawatan luka yag tidak tepat.

Gejala-gejala diabetes di atas mungkin pernah dirasakan oleh anda, bila sering merasakannya segera periksakan kesehatan anda di fasilitas kesehatan terdekat.

Referensi : Kariadi, Sri Hartini KS.(2009). Diabetes? Siapa takut!!: panduan lengkap untuk diabetisi, keluarganya dan profesional medis. Bandung: Qanita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *